VISI DAN MISI SATPOL PP KOTA CIREBON

VISI :

“Sehati kita wujudkan Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah”

MISI : 

Mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum yang kondusif

SEJARAH SATPOL PP

Satuan Polisi Pamong Praja, disingkat Satpol PP, adalah perangkat Pemerintah Daerah dalam memelihara ketentraman dan ketertiban umum serta menegakkan Peraturan Daerah. Organisasi dan tata kerja Satuan Polisi Pamong Praja ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

Polisi Pamong Praja didirikan di Yogyakarta pada tanggal 3 Maret 1950 dengan semboyan Praja Wibawa, untuk mewadahi sebagian ketugasan pemerintah daerah. Sebenarnya ketugasan ini telah dilaksanakan pemerintah sejak zaman kolonial. Sebelum menjadi Satuan Polisi Pamong Praja setelah proklamasi kemerdekaan dimana diawali dengan kondisi yang tidak stabil dan mengancam NKRI, dibentuklah Detasemen Polisi sebagai Penjaga Keamanan Kapanewon di Yogjakarta sesuai dengan Surat Perintah Jawatan Praja di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Pada tanggal 10 November 1948, lembaga ini berubah menjadi Detasemen Polisi Pamong Praja. Di Jawa dan Madura Satuan Polisi Pamong Praja dibentuk tanggal 3 Maret 1950. Inilah awal mula terbentuknya Satpol PP. dan oleh sebab itu, setiap tanggal 3 Maret ditetapkan sebagai Hari Jadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan diperingati setiap tahun. Pada Tahun 1960, dimulai pembentukan Kesatuan Polisi Pamong Praja di luar Jawa dan Madura, dengan dukungan para petinggi militer /Angkatan Perang. Tahun 1962 namanya berubah menjadi Kesatuan Pagar Baya untuk membedakan dari korps Kepolisian Negara seperti dimaksud dalam UU No 13/1961 tentang Pokok-pokok Kepolisian. Tahun 1963 berubah nama lagi menjadi Kesatuan Pagar Praja. Istilah Satpol PP mulai terkenal sejak pemberlakuan UU No 5/1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah.

Yang berarti Negara kesatuan Negara bahari ini memiliki berbagai arti

Yang berfungsi sebagai pengayom masyarakat dengan melaksanakan fungsi menciptakan ketertiban umum di kewilayahan

Memiliki arti seorang polisi pamong praja sebagai pembantu kepala daerah wilayah dalam menentukan arah dan tujuan pengabdian kepada bangsa dan Negara. Warna putih berarti suci

disebut kusuma bangsa, yang berarti seorang polisi pamong praja agar memberikan keteladanan terhadap anggota masyarakat dalam hal menegakkan disiplin nasional. Kuning berarti keanggunan

berarti panca prasetya korpri yang bermakna seorang polisi pamong praja dalam berperilaku dan berbicara selalu berpedoman pada Sumpah Prasetya Korpri.

memiliki makna bahwa polisi pamong praja harus dapat menjadi pengayom dan penegak bangsa. Tinta merah berarti berani.

memiliki makna bahwa polisi pamong praja harus dapat menjadi pengayom dan penegak bangsa. Tinta merah berarti berani.

menandakan bahwa polisi pamong praja lahir pada tahun 1950.

Struktur Organisasi dan Tata Kerja Satpol PP Kota Cirebon